THE MYTH OF THE
VIOLET ORIGIN
Hanya segelintir orang saja yang tau bahwa di balik lebat
dan hijaunya hutan. Terselip sebuah pohon yang berbeda dari yang lain . Memang
dari segi penampilan batang serta ranting tampak sama seperti pohon yang lain
tetapi yang membuatnya berbeda adalah daunnya yang berwarna violet (berwarna
Ungu) dan tempat dari pohon ini yang berbeda dari yang lainnya. Pohon yang
lainnya memiliki jarak yang relatif berdekatan antara satu sama lain tetapi
tidak dengan pohon yang satu ini. Seakan pohon yang lain tunduk padanya mereka
seakan mengelilinginya, jadi pohon tersebut bisa dikatakan terletak di jantung
hutan atau di tengah hutan.
Selain itu juga, pohon ini memiliki sebuah cekungan yang
mengelilinginya, cekungan ini berisi air yang menggenangi sebagian akar dan
dengan itulah orang-orang mengenalnya dengan pohon violet, tak ada yang tau
siapa yang menamai pohon tersebut tetapi orang memanggilna dengan sebutan
tersebut. Air dari pohon violet bukanlah air biasa yang menggenangi pohon
tersebut melainkan air kehidupan. Dan hal ini yang membawa raja Iforan hare
orinia dan ratu Thea clair de blair (Istri dari raja Iforan) datang mengunjungi
pohon Violet yang berada di hutan tak jauh dari kediaman kerajaan mereka/
kerajaan Orinia.
Mereka pergi kesana karena suatu alasan yaitu putri
satu-satunya mereka yang tak kunjung membuka mata sejak 7 bulan kelahirannya,
berbagai pengobatan dan penyembuhan sudah ia jalani namun, tak ada satu pun
yang berhasil sehingga itu semua membuat raja I foran dan ratu Thea hampir saja
putus asa. Tetapi bantuan datang dengan tiba-tiba.
Seorang pengawal/ prajurit pernah mendengar tentang pohon
violet beserta dengan air kehidupan yang dimilikinya, dengan ragu- ragu
akhirnya raja dan ratu menerima nasehat dari prajurit/ pengawal tersebut.
Di bawah sinar bulan yang redup dengan penerangan yang
remang mereka (Raja Iforan dan ratu Thea beserta dengan kelima prajurit dan
sang putri kecil) membuat jalan di hutan dengan menebas ranting-ranting pohon
yang menghalangi jalan mereka dan masing-masing menunggangi kuda.
Terdengar dari belakang suara lirih nan halus menerpa
telinga dari raja Iforan yang berada di depan.
“Apakah perjalanan kita masih jauh?.”
Tanpa menoreh ke belakang raja Iforan menjawab pertanyaan
ratu Thea dengan senyuman.
“Aku tak tau, tetapi bisakah engkau bersabar sebentar.”
Tak berselang lama mereka tiba di hadapan pohon violet. Rja
dan ratu sekarang percaya dengan apa yang dikatakan oleh pengawal/prajurit yang
menasihatinya. karena Pohon yang sekarang ini mereka lihat sama persis apa yang
dikatakan dengan sang pengawal/prajurit.
Dengan rasa yang terkejut dan tak percaya mereka semua turun
dari tunggangan masing-masing, dengan segera ratu Thea bergegas berjalan menuju
ke arah cekungan dan mulai membungkukan badan untuk melepaskan gendongan putrinya
yang menempel di punggungnya, lalu ia menjulurkan tangan yang menggendong putri
kecilnya. Dan putri kecilnya pun sekarang sudah berada di dalam cekungan berisi
air yang menggenanginya.
Lalu ratu Thea berdiri dan membalikkan badan untuk
menghampiri raja Iforan yang berada di sebrang dan memeluknya, ia hanya bisa
menangis di dalam pelukan suaminya.
“Mengapa ini terjadi padanya ia tak tau apa-apa dan tak
mengerti masalahnya tetapi dia yang terkena imbasnya, apa salahnya??.”
Tiba-tiba setitik cahaya yang berwarna violet muncul,
lama-kelamaan cahaya tersebut berubah semakin menyilaukan hingga akhirnya
menghilang dengan cepat.
Ratu Thea yang menyadari hal tersebut langsung berbalik arah
dan berlari menghampiri ke cekungan yang di dalamnya berada putri kecilnya, ia
langsung saja sampai di sana dan bergegas mengambil putrinya.
Tiba-tiba raut muka dari ratu Thea berubah drastis, ia
tersenyum meghadap putri yang sedang ia timang, lalu raja Iforan segera
bergegas menghampir mereka, setelah ia menghampiri mereka dengan refleks raja
Iforan pun bertanya.
“Tetapi mengapa warna bola matanya berubah warna menjadi
violet dan rambutnya yang tadinya berwarna hitam sekarang berubah menjadi
violet??.”
Tanya raja Iforan dengan heran.
Ratu Thea yang sekarang ini sedang merasa bahagia mejawab
pertanyaan tersebut dengan riang senangnya.
“Aku tak tau itu semua, tetapi yang terpenting putri kecil
kita sekarang ini bisa melihat kita, bisakah kau berbahagia dengan ini??,”
Lalu dengan seketika raut wajah dari raja Iforan yang
tadinya merasa khawatir sekarang ini menjadi tersenyum melihat putrinya yang
tersenyum melihatnya dengan ratu Thea, pun bertanya lagi dengan pertanyaan yang
akan membuat ratu Thea akan bahagia.
“Lalu kita akan menamai dia dengan nama apa??.”
“Kau tau,?? Aku sudah menyiapkan nama yang cantik untuknya
yaitu Avianda clair hare orinia.”
Tak terasa 17 tahun sudah mereka lalui dengan balutan
kebahagiaan Via. yang dulunya hanya gadis kecil sekarang ini sudah tumbuh
menjadi dewasa dengan bola mata dan rambut panjang lurus yang indah jadi dapat
disimpulkan bahwa betapa menawannya dia.
Tetapi mereka tak tahu bahwa hari ini adalah hari terakhir
melihat senyuman yang menawan hati dari Via . sebagai manusia. Pagi yang cerah
menyapa Via. Dia yang sekarang ini sedang menikmati pemandangan dengan duduk
santai di rerumputan yang terhampar tak jauh dari kastil. Ia tersenyum sambil
tertawa dengan ditemani kuda peliharaanya yang di namai Dark.
Dari kejauhan terlihat ratu Thea yang sedang berjalan menuju
ke arah .......... yang sedang senang. Setelah ratu Thea berada cukup dekat
dengan putrinya ia pun segera mengambil posisi duduk di sampingnya.Dan bertanya
kepada putrinya. ”Via??. mengapa sekarang ini engkau masih di sini putriku,
bukankah kau sudah berjanji bahwa setiap pagi kau akan mengunjungi tempat
kelahiranmu??.”
“Astaga aku hampir lupa. Dark ??!!.”
Dengan cepat Via melesat menunggangi dark dan pergi.
Ratu Thea yang melihatnya hanya melemparkan senyuman saja
dan merasakan suasana yang sangat sejuk.
Via yang sekarang ini sedang menunggangi Dark berlari sangat
cepat hingga ia tak menoreh ka saping sama sekali, karena dia sudah hafal
dengan jalan yang akan dia lewati. Karena sudah hampir 17 tahun setiap pagi ia
pergi untuk menengok pohin violet. Dan ia juga membuat janji dengan pohin
violet yang sudah menyelamatkannya dengan berjanji akan terus menjaganya hingga
nafas terakhirnya.
Setelah ia telah sampai di hadapan pohon violet ia terkejut
karena mendapati pohon yang selama ini telah ia jaga menjadi gundul atau di
tebang. Mengetahui hal tersebut Via sangat sedih dan pada akhirnya ia kembali
dengan hati sedih.
“Via ada apa denganmu apa yang terjadi?? “
Via hanya berjalan dengan lseu di dampingi oleh Dark tidak
mempedulikan ratu Thea yang sedang bertanya pada mereka. Sejak kejadian
tersebut semuanya menjadi sedih, selama beberapa hari Via hanya menggurung
dirinya di kamarnya dan tak mau keluar.
Raja dan ratu sangat khawatir akan keadaan putri mereka
tetapi pada suatu hari seorang pengawal/prajurit menginformasikan pada mereka bahwa
hutan yang selama ini berada di dekat mereka sekarang ini mulai banyak yang
mati karena kekeringan karena pohon yang selama ini telah menjaga mereka telah
mati.
Lalu prajurit/pengawal tersebut mengusulkan agar
mengorbankan putrinya untuk menyelamatkan hutan karena apabila hutan mengalami
kekeringan maka para rakyat dari kerajaan Orinia akan ikut terkena dampaknya.
Mendengar hal ini raja dan ratu berada dalam kbimbangan antara putri mereka dan
rakyat mereka.
Dan tak lama kemudian Via
mengetahui hal itu semua dan ia sadar bahwa itu sudah tugasnya untuk
mengembalikan kehidupan yang telah di berikan oleh pohon Violet. Jadi pada
akhirnya ia mengorbankan dirinya unuk rakyatnya dan Via sekarang ini sudah
berubah menjadi penjaga pohon violet, awalnya raja dan ratu tak ingin ia
dikorbankan, namun, karena tak ada pilihan yang lain akhirnya mereka memutuskan
untuk mengorbankan Via.