Rabu, 11 Februari 2015

Cerpen - THE MYTH OF THE VIOLET ORIGIN

THE MYTH OF THE VIOLET ORIGIN

Hanya segelintir orang saja yang tau bahwa di balik lebat dan hijaunya hutan. Terselip sebuah pohon yang berbeda dari yang lain . Memang dari segi penampilan batang serta ranting tampak sama seperti pohon yang lain tetapi yang membuatnya berbeda adalah daunnya yang berwarna violet (berwarna Ungu) dan tempat dari pohon ini yang berbeda dari yang lainnya. Pohon yang lainnya memiliki jarak yang relatif berdekatan antara satu sama lain tetapi tidak dengan pohon yang satu ini. Seakan pohon yang lain tunduk padanya mereka seakan mengelilinginya, jadi pohon tersebut bisa dikatakan terletak di jantung hutan atau di tengah hutan.
Selain itu juga, pohon ini memiliki sebuah cekungan yang mengelilinginya, cekungan ini berisi air yang menggenangi sebagian akar dan dengan itulah orang-orang mengenalnya dengan pohon violet, tak ada yang tau siapa yang menamai pohon tersebut tetapi orang memanggilna dengan sebutan tersebut. Air dari pohon violet bukanlah air biasa yang menggenangi pohon tersebut melainkan air kehidupan. Dan hal ini yang membawa raja Iforan hare orinia dan ratu Thea clair de blair (Istri dari raja Iforan) datang mengunjungi pohon Violet yang berada di hutan tak jauh dari kediaman kerajaan mereka/ kerajaan Orinia.
Mereka pergi kesana karena suatu alasan yaitu putri satu-satunya mereka yang tak kunjung membuka mata sejak 7 bulan kelahirannya, berbagai pengobatan dan penyembuhan sudah ia jalani namun, tak ada satu pun yang berhasil sehingga itu semua membuat raja I foran dan ratu Thea hampir saja putus asa. Tetapi bantuan datang dengan tiba-tiba.
Seorang pengawal/ prajurit pernah mendengar tentang pohon violet beserta dengan air kehidupan yang dimilikinya, dengan ragu- ragu akhirnya raja dan ratu menerima nasehat dari prajurit/ pengawal tersebut.
Di bawah sinar bulan yang redup dengan penerangan yang remang mereka (Raja Iforan dan ratu Thea beserta dengan kelima prajurit dan sang putri kecil) membuat jalan di hutan dengan menebas ranting-ranting pohon yang menghalangi jalan mereka dan masing-masing menunggangi kuda.
Terdengar dari belakang suara lirih nan halus menerpa telinga dari raja Iforan yang berada di depan.
“Apakah perjalanan kita masih jauh?.”
Tanpa menoreh ke belakang raja Iforan menjawab pertanyaan ratu Thea dengan senyuman.
“Aku tak tau, tetapi bisakah engkau bersabar sebentar.”
Tak berselang lama mereka tiba di hadapan pohon violet. Rja dan ratu sekarang percaya dengan apa yang dikatakan oleh pengawal/prajurit yang menasihatinya. karena Pohon yang sekarang ini mereka lihat sama persis apa yang dikatakan dengan sang pengawal/prajurit.
Dengan rasa yang terkejut dan tak percaya mereka semua turun dari tunggangan masing-masing, dengan segera ratu Thea bergegas berjalan menuju ke arah cekungan dan mulai membungkukan badan untuk melepaskan gendongan putrinya yang menempel di punggungnya, lalu ia menjulurkan tangan yang menggendong putri kecilnya. Dan putri kecilnya pun sekarang sudah berada di dalam cekungan berisi air yang menggenanginya.
Lalu ratu Thea berdiri dan membalikkan badan untuk menghampiri raja Iforan yang berada di sebrang dan memeluknya, ia hanya bisa menangis di dalam pelukan suaminya.
“Mengapa ini terjadi padanya ia tak tau apa-apa dan tak mengerti masalahnya tetapi dia yang terkena imbasnya, apa salahnya??.”
Tiba-tiba setitik cahaya yang berwarna violet muncul, lama-kelamaan cahaya tersebut berubah semakin menyilaukan hingga akhirnya menghilang dengan cepat.
Ratu Thea yang menyadari hal tersebut langsung berbalik arah dan berlari menghampiri ke cekungan yang di dalamnya berada putri kecilnya, ia langsung saja sampai di sana dan bergegas mengambil putrinya.
Tiba-tiba raut muka dari ratu Thea berubah drastis, ia tersenyum meghadap putri yang sedang ia timang, lalu raja Iforan segera bergegas menghampir mereka, setelah ia menghampiri mereka dengan refleks raja Iforan pun bertanya.
“Tetapi mengapa warna bola matanya berubah warna menjadi violet dan rambutnya yang tadinya berwarna hitam sekarang berubah menjadi violet??.”
Tanya raja Iforan dengan heran.
Ratu Thea yang sekarang ini sedang merasa bahagia mejawab pertanyaan tersebut dengan riang senangnya.
“Aku tak tau itu semua, tetapi yang terpenting putri kecil kita sekarang ini bisa melihat kita, bisakah kau berbahagia dengan ini??,”
Lalu dengan seketika raut wajah dari raja Iforan yang tadinya merasa khawatir sekarang ini menjadi tersenyum melihat putrinya yang tersenyum melihatnya dengan ratu Thea, pun bertanya lagi dengan pertanyaan yang akan membuat ratu Thea akan bahagia.
“Lalu kita akan menamai dia dengan nama apa??.”
“Kau tau,?? Aku sudah menyiapkan nama yang cantik untuknya yaitu Avianda clair hare orinia.”

Tak terasa 17 tahun sudah mereka lalui dengan balutan kebahagiaan Via. yang dulunya hanya gadis kecil sekarang ini sudah tumbuh menjadi dewasa dengan bola mata dan rambut panjang lurus yang indah jadi dapat disimpulkan bahwa betapa menawannya dia.
Tetapi mereka tak tahu bahwa hari ini adalah hari terakhir melihat senyuman yang menawan hati dari Via . sebagai manusia. Pagi yang cerah menyapa Via. Dia yang sekarang ini sedang menikmati pemandangan dengan duduk santai di rerumputan yang terhampar tak jauh dari kastil. Ia tersenyum sambil tertawa dengan ditemani kuda peliharaanya yang di namai Dark.
Dari kejauhan terlihat ratu Thea yang sedang berjalan menuju ke arah .......... yang sedang senang. Setelah ratu Thea berada cukup dekat dengan putrinya ia pun segera mengambil posisi duduk di sampingnya.Dan bertanya kepada putrinya. ”Via??. mengapa sekarang ini engkau masih di sini putriku, bukankah kau sudah berjanji bahwa setiap pagi kau akan mengunjungi tempat kelahiranmu??.”
“Astaga aku hampir lupa. Dark ??!!.”
Dengan cepat Via melesat menunggangi dark dan pergi.
Ratu Thea yang melihatnya hanya melemparkan senyuman saja dan merasakan suasana yang sangat sejuk.
Via yang sekarang ini sedang menunggangi Dark berlari sangat cepat hingga ia tak menoreh ka saping sama sekali, karena dia sudah hafal dengan jalan yang akan dia lewati. Karena sudah hampir 17 tahun setiap pagi ia pergi untuk menengok pohin violet. Dan ia juga membuat janji dengan pohin violet yang sudah menyelamatkannya dengan berjanji akan terus menjaganya hingga nafas terakhirnya.
Setelah ia telah sampai di hadapan pohon violet ia terkejut karena mendapati pohon yang selama ini telah ia jaga menjadi gundul atau di tebang. Mengetahui hal tersebut Via sangat sedih dan pada akhirnya ia kembali dengan hati sedih.
“Via ada apa denganmu apa yang terjadi?? “
Via hanya berjalan dengan lseu di dampingi oleh Dark tidak mempedulikan ratu Thea yang sedang bertanya pada mereka. Sejak kejadian tersebut semuanya menjadi sedih, selama beberapa hari Via hanya menggurung dirinya di kamarnya dan tak mau keluar.
Raja dan ratu sangat khawatir akan keadaan putri mereka tetapi pada suatu hari seorang pengawal/prajurit menginformasikan pada mereka bahwa hutan yang selama ini berada di dekat mereka sekarang ini mulai banyak yang mati karena kekeringan karena pohon yang selama ini telah menjaga mereka telah mati.
Lalu prajurit/pengawal tersebut mengusulkan agar mengorbankan putrinya untuk menyelamatkan hutan karena apabila hutan mengalami kekeringan maka para rakyat dari kerajaan Orinia akan ikut terkena dampaknya. Mendengar hal ini raja dan ratu berada dalam kbimbangan antara putri mereka dan rakyat mereka.

Dan tak lama kemudian Via  mengetahui hal itu semua dan ia sadar bahwa itu sudah tugasnya untuk mengembalikan kehidupan yang telah di berikan oleh pohon Violet. Jadi pada akhirnya ia mengorbankan dirinya unuk rakyatnya dan Via sekarang ini sudah berubah menjadi penjaga pohon violet, awalnya raja dan ratu tak ingin ia dikorbankan, namun, karena tak ada pilihan yang lain akhirnya mereka memutuskan untuk mengorbankan Via. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar