Jumat, 30 Januari 2015

Cerpen - THE DAUGHTER OF THE QUEEN MOON

The daugter of the queen moon

Bulan yang bersinar terang di malam hari membuatku selalu tenang dengannya, serasa semua kekuranganku hilang begitu saja. Namaku adalah Moonshine yang berarti sinar bulan, aku tak tahu mengapa ibuku menamaiku dengan nama tersebut, tetapi nama tersebut memang cocok denganku.
Aku tinggal dengan ayahku, di gubuk yang sederhana yang kusebut dengan rumah. Rumah kami berada di tepi hutan dan di belakang dari rumahku adaalah sebuah air terjun yang tidak terlalu tinggi tetapi memiliki arus yang deras dan air yang brsih , tetapi rumah kami jauh dari pasar yang berada di kerajaan. Jadi bila kami kehabisan makanan kami akan memakan hasil perkebunan yang kami tanam sendiri.
Tetapi  moonshine lebih suka tidur di luar dengan alas sebagai rumput hijau yang lembut dan atap sebagai langit yang membentang luas . Ia sangat senang sekali dengan kehidupannya,rumah yang jauh dari keramaian dan di kelilingi oleh alam, Moonshine tak pernah bertemu dengan ibunya, ia berpisah dengan ibunya sejak lahir. Ayahnya sendiri yang mengatakan bahwa ibu dari Moonshie hanya pergi begitu saja.
Moonshine memiliki peliharaan kuda yang berwarna hitam dan menamainya dengan nama Black. Black sangat setia dengan moonshine dan tak pernah meninggalkannya,seakan black adalah penjaganya.Black juga menemani Moonshine menikmati indahnya sinar bulan.
Tetapi pada suatu hari Moonshine yang sedang menikmati sinar bulan bersama Black menunggu kedatangan dai ayah Moonshine, tetapi tiba-tiba bulan yang ia nimati berubah menjadi berwarna merah seperti merah darah.
Dan Moonshine pun terkejut, melihat apa yang ia lihat dan ia merasa tak percaya mengapa itu dapat terjadi. Lalu sebuah kabut putih turun menyerupai tangga dan seorang wanita paruh baya dengan memakai gaun berwarna putih yang sangat indah turun melalui tangga tersebut.
Wanita tersebut seperti terluka di bagian punggung kirinya.Sambil memgang punggung kirinya yang terluka dan berdarah, wanita tersebut melangkah turun. Hingga ia menyentuh tanah dan terjatuh tak sadarkan diri, Moonshine tak tau apa yang bisa di lakukannya. Ia hanya bisa berdiri dengan diam.
Lalu dari arah belakangnya, ayah Moonshine berlari menuju wanita tersebut dan dengan segera ayah Moonshine meletekan kepala wanita itu ke pangkuannya dan ayah Moonshine menangis hanya bisa menangis karena luka yang di alami oleh wanita tersebut sangat parah.
“Tolonglah Gwen janganlah kau pergi meninggalkanku dan Moonshine, kami masih membutuhkanmu untuk menyinari kami.”
Kata ayah Moonshine dengan air mata  yang tak berhenti bercucuran.
“Ayah apakah dia ibu??.”
Tanya Moonshine yang heran.
“Iya sayang, dialah ibumu dan dialah yang memberikanmu nama Moonshine.”
Jawab  ayah Moonshine.
Lalu dengan segera Moonshine segera berlari ke ayahnya yang sedang memangku kepala ibunya pada saat deti terakhir.
“Ibu maafkan aku, aku tak tau apa-apa dan aku tak bisa monolongmu.”
“Tak apa sayang aku sudah merasa bangga kepadamu sayang karena kau dapat hidup seperti ini dan sementara ibu hidup dengan mudahnya di alam rembulan. Seharusnya ibu yang meminta maaf kepadamu. Tetapi sayang apakah kau mau merima permintaan ibumu ini??.”
Dengan nafas yang tersengal ibu Moonshine mengatkannya. Lalu kedua tangannya melepaskan sesuatu yang melingkar di lehernya yaitu kalung yang berbentuk bulan dan mengalungkannya ke leher Moonshine.
“Aku ingin engkau merebut tahta ibu yang sebenarnya adalah milik ibu di alam rembulan kau hanya harus membunuh Barha dan kau juga harus menemui Delgo Van garh hanya dia yang bisa membantumu, kalung tersebut akan membantumu menemukan jalannya dan kau adalah pewaris tahta yang sebenarnya. Dan yang paling layak untuk menempatinya.”
Dan tak lam kemudian ibu dari moonshine menghembuskan nafas terakhirnya dan Tangisan menyelimuti kepergian dari sang ratu bulan.
Setelah Ibu dari Moonshine di mkamkan Moonshine bertekad untuk pergi menemui Delgo van garh.
“Ayah bolehkah aku pergi untuk menemui Delgo van garh ?? untuk menyelesaikan semuanya.”
Tanya Moonshine
“Baiklah sayang, jika itu keinginanmu aku tak bisa memaksamu.”
Jawab ayah Moonshine yang terlena dalam kesedihan atas kehilangannya orang yang dia sayangi.
“Baiklah kalau begitu aku akan pergi sekarang dengan Black.”
Lalu Moonshine segera bergegas pergi untuk menemui Delgo dengan menunggangi Black,lalu tiba-tiba pada saat ia berada di tengah perjalanan sebuah ingatan yang berasal dari kalung yang berasa di lehernya menunjukan jalan menuju rumah dari Delgo .
Setelah lama ia menunggangi Black akhirnya Moonshine pun sampai di hadapan rumah Delgo. Lalu Moonshine turun dari Black dan berjalan menuju depan pintu dari Delgo dan mengetuknya. Dan terdengar suara dari dalam rumah tersebut. Pada akhirnya pintu tersebut terbuka dan munculah seorang pria paruhbaya di hadapan Moonshine.
“Delgo van garh ??.”
Tanya Moonshine dengan lembut.
“Iya, siapakah kau?? Dan apa yangg...”
Lalu kata-katanya tersengal karena ia melihat kalung yang di pakai oleh Moonshine.
“Apakah itu kalung dari ratu Gwen dan kau adalah Moonshine bukan??.”
“Iya itu adalah aku dan kau mengetahuinya dari mana??.”
Tanya Moonshine dengan keheranan.Mengapa ia bisa tau.
“Aku mengetahuinya dari ibumu. Aku adalah pelayan setia nya tetapi aku sudah berhenti dan memutuskan untuk tinggal di bumi.”
Jawab Delgo sambil menawarkan tempat duduk untuk Moonshine. Dan Moonsine pun akhirnya duduk di tempat duduk yang di tawarkan oleh Delgo.
“Ibu tadi malam turun dari bulan untuk menemui ku dan ayahku dalam keadaan luka yang parah dan tak  lama setelah ia mengalungkan kalung ini ke leherku dia meninggal.”
Kata Moonshine dengan perasaan yang sangat sedih.
“ Dan ini adalah ulah dari Barha bukan. Dia adalah seorang manusia yang tak sengaja terdampar di alam rembulan dan menginginkan tahta ibumu,itulah mengapa ia membunuh ibumu.”
“Jadi itulah alasannya. Itu sungguh memalukan.”
Ujar Moonshine dengan rasa jijik.
“Baiklah kalau begitu ikuti aku ingin kau mengikutiku dan Black juga.”
Lalu Moonshine membawa Black untuk mengikutinya. Delgo membawa mereka ke salah satu pintu kamar yang berada di rumah Delgo. Begitu pintu tersebut yang terlihat bukanlah sebuah kamar tetapi sebuah alam yang hijau dan membentang luas dan mereka memasukinya, Dark yang sangat menyuakai alam tersebut berlari lari di atas rumput-rumput yang indah dan lembut.
“Duduklah, bersila aku akan membangkitkan apa yang tersembunyi pada dirimu. “
Akhirnya mereka pun duduk bersila dean berhadapan dan sementara Black berlari-larian. Sementara itu jauh terdalam di fikirannya tersembunyi sesuatu kekuatan magis yang sangat tinggi sehingga ia mampu mengendalikan sinar bulan. Setelah semua bagian dari dirinya telah di sempurnakan Moonshine pun membuka mata dan begitu juga dengan Delgo .
“Cobalalah kau mengendalikan apa yang sudah aku tunjukan padamu.”
Ujar Delgo.
Lalu Moonshine pun mencoba kekuatannya dan brgitu ia menutup mata, menarik nafas dan menghembuskannya. Tiba-tiba secara cepat alam tersebut berubah tadinya matahari sekarang menjadi bulan yang bersinar.
“Malam ini kita akan menyerang Barha dan segera membunuhnya.”
Pada akhirnya malam pun datang Delgo dan Moonshine pun bersiap di depan rumah Delgo.
“Tetapi bagaiman kita bisa mencapai alam rembulan Delgo itu tak akan mungkin.”
Lalu Delgo pun tersenyum dan dia sedang memanggil sesuatu dan tak lama kemudian, seekor kuda putih memiliki sayap datang dari belakang rumah untuk menuju ke Delgo.
“Kenalkan ini Whity dia adalah kudaku yang paling setia dan dia sama juga dengan Black. Cobalah kau membayangkan Black memiliki sayap dan tutuplah kedua matamu.”
Lalu Moonshine pun mengikuti apa yang diperintahkan oleh Delgo dan ketika Moonshine membuka mata , Black sudah berubah. Yaitu dia memiliki sayap hitam yang menempel di tubuhnya.
Dan dengan segera mereka pun berangkat menuju alam rembulan. Setela tiba Delgo pun heran dengan alam rembulan.
“Ada apa Delgo apa ada yang salah ??.”
Tanya Moonshine.
“Sangat, sangatlah salah semua ini telah berbeda karena alam rembulan di pimpin oleh orang yang bukan haknya, jadi itulah mengapa alam rembulan menjadi sekarat.Ayolah kita segera membunuh Barha aku sudah tidak sabar lagi.”
Lalu mereka pergi ke kerajaan alam rembulan dimana para mentrinya berkumpul untuk berdiskusi tetapi pada saat Delgo dan Moonshine pergi ke sana semua tempat sudah berubah semua orang meninggalkan alam rembulan karena Barha. Dan Barha kini hanya duduk diam di tempat duduk paling tinggi .
Lalu dengan segera Moonshine. Menantang Barha untuk bertarung kepadanya namun Barha menolaknya dan pergi ke bumi.
“ Aku sedang tak ingin bertarung denganmu yang aku inginkan hanyalah kebahagiaanmu.”
Lalu dengan cepat Barha pun pergi dengan kudanya. Ke bumi, dengan refleks Moonsine tau siapa yang akan menjadi sasaran Barha yaitu ayahnya sendiri.
Moonshine dan Delgo menuju ke rumah Moonshine di mana di sana ada ayah Dari Moonshine yang sedang sendirian. Tetapi pada saat mereka sampai di sana semua sudah terlambat ayah Moonshine telah ditikam oleh pedang di bagian perut kirinya dan itu menimbulkan luka yang sangat parah dan dia kehilangan banyak darah, sementara Moonshine sedang bersama dengan ayahnya yang terluka Delgo melawan Barha dengan sekuat tenaga.
“Ayah tolong, tolonglah jangan tinggalkan aku tolong jangan pergi!!.”
Kata Moonshine dengan tangisan yang mulai jatuh.
“Maaf ayah tak dapat beratahan lama. Ayah sudah bangga kepadamu dan ayah harap kau lebih bahagia dari sekarang karena kau adalah ratu rembulan sayang.”
Tak lama setelah ayah setelah itu Ayah Moonshine pun pergi meninggalkannya dan itu juga membuat amarah Moonshine memuncak sehingga Moonshine bertekat melawan barha menggantikan Delgo yang sudah semakin lemah.
Hanya dengan mencekik leher Barha akhirnya Barha pun mati seketika karena kelemahan Barha berada di lehernya.
Moonshine memang sengaja memakamkan jasad ayahnya tepat di samping ibunya agar bisa melihat mereka bersama selamanya di alam lain. Dan setelah itu Moonshine memutuskan untuk membangun kembali alam rembulan dengan Delgo. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar